Jual Rubber Fender Murah Berkualitas Se Indonesia | Wa 082277800067

Halo juragan semuanya, selamat pagi sianga sore ataupun malang untuk Anda semuanya. Perkenalkan kami dari CV langgen utama anak cabang dari Cv Langgeng tehnik yang berada dipusat kota Surabaya yang bergerak dibidang rubber fender dan sejenisnnya. Kali ini kami ingin memberikan penawaran untuk para juragan yang barang kali sedang mencari rubber fender yang Anda butuhkan. Tenang saja perusahan kami sudah berdiri sejak tahun 2000, jadi jam terbang kami boleh dibilang cukuplah untuk sebuah CV. Barang barang yang kami tawarkan memang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan prodak dari perusahaan lainnya, kenapa bisa terjangkau harganya? karena kami memang tak mematok harga tinggi akan tetapi kami fokus terhadap kualitas pada setiap produk yang kami buat sehingga pelanggan kami puas dan memiliki banyak jaringan konsumen serta relasi yang banyak sehingga bisa membangun bisnis kepercayaan untuk di era modern ini.

Silahkan Anda bukti terlebih dahulu bagaimana kualitas produk kita walaupun dengan harga persaingan dipasar yang semakin ketat ini. Sudah banyak beberapa perusahan yang bekerja sama dengan kita ada beberapa perusahaan besar di Jawa Timur seperti Semen Gresik, Semen Holcim serta beberapa perusahaan air mineral yang ada di sekitaran Pasuruan dan juga Malang.

Langgeng Utama – Rubber Fender Surabaya Indonesia

Kontak Marketing

  • Nama : Hendra Aditia Putra
  • No Hp/Wa : 082277800067
  • eMail: spesialisrubber@gmail.com

Kebijakan Mutu dari kami ialah kepuasan pelanggan tujuan dari kebijakan usaha yang telah kami jalankan dan hal terpenting yang harus selalu kami jaga :

– Konsisten dengan customer dan Supplier
– Selalu berupaya memperbaiki mutu pelayanan yang memuaskan pelanggan

Dibawah ini ada beberapa foto foto dari rubber fender yang kami produksi. Simak selengkapnya dibawah ini.

Foto Rubber Fender

  • Cone Rubber Fender

Foto Rubber Fender

  • Super Cell Rubber Fender

Foto Rubber Fender

  • D Rubber Fender

Foto Rubber Fender

  • V Rubber Fender

Foto Rubber Fender

  • Rubber Fender Type A

Foto Rubber Fender

  • Rubber Fender Silinder

Foto Rubber Fender

  • Rubber Fender Kotak / Square

Foto Rubber Fender

  • Rubber Fender Pneumatic

Foto Rubber Fender

Nah, tak hanya itu saja juragan, karena purasahaan kami juga memproduksi beberapa jenis produk karet lainnya seperti tangga karet, rubber bemper, conveyor dan masih banyak lainnya. Jangan ragu ya juragan jika Anda membutuhkan produk produk tersebubt bisa langsung menghubungi saya di nomer ini Wa/Call 082277800067 atau bisa via email onlinehendra999@gmail.com. Kami siap selalu untuk memproduksi apa yang Anda butuhkan,

Pengertian Rubber Fender

Fungsi Rubber Fender
Fungsi utama dari sistem fender karet (rubber fender) adalah untuk mencegah kapal dan dermaga dari kerusakan yang timbul selama proses merapatnya kapal dan sewaktu kapal bersandar. Gaya eksternal, seperti abrasi dan faktor alam lainnya, sangat mungkin terjadi saat kapal merapat. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan fatal pada kapal dan struktur dermaga jika tidak ada sistem yang menjadi penengah. Karena dibutuhkan biaya yang cukup besar untuk memperbaiki kapal dan struktur dermaga, diciptakanlah bantalan karet yang dipasang pada sisi dermaga yang disebut fender atau marine fender.

Rubber Fender dirancang untuk menyerap energi yang dihempaskan dari kapal (sering disebut energy absoption) sehingga hanya sedikit saja energy yang diterima oleh dermaga. Gaya pantul dari energi yang diserap ini dikeluarkan kembali dari fender dan disebut reaction force.

Baca Juga  Rubber Loading Dock Bumper Type D / Karet Fender Type D

Oleh karena itu, jumlah energi yang diserap and gaya reaksi yang diberikan menjadi kriteria utama yang dipertimbangkan dalam merancang fender.

Ada berbagai tipe fender yang biasa digunakan sebagai bantalan dermaga, misalnya: fender cylindrical, tipe V, A, dan M, super cell, super cone, tugboat fender, dsb. Oleh karena itu, untuk memilih tipe fender yang tepat, ada beberapa faktor yang harus menjadi pertimbangan, di antaranya adalah jenis dan berat (dimensi) kapal yang merapat, jenis pelabuhan, keadaan lingkungan laut, dan ada tidaknya bimbingan saat kapal merapat.

1. Dimensi kapal yang merapat

Jenis dan berat kapal atau dimensi kapal menjadi faktor signifikan dalam memilih jenis fender karena mempengaruhi tidak hanya jenis fender, tetapi juga besar fender yang harus dipasang. Semakin besar kapal yang akan merapat, semakin besar pula fender yang dibutuhkan untuk melindungi dinding dermaga. Umumnya, fender yang dilengkapi dengan frontal framemenjadi pilihan yang tepat karena memiliki luas permukaan kontak yang besar. Dari segi ekonomis, fender tipe V banyak dipilih. Akan tetapi, untuk hasil yang lebih maksimal, fender super cell dan super cone adalah pilihan yang tepat. Untuk pelabuhan yang hanya terbuka untuk kapal kecil dan sedang, fender tipe A, V, cylindrical, M, dan LMD sudah cukup untuk melindungi dinding dermaga.

2. Jenis pelabuhan

Jenis pelabuhan memegang peranan yang tak kalah penting dalam menentukan jenis fender apa yang digunakan. Berdasarkan posisi atau lokasi dermaga, struktur dermaga yang kerap digunakan antara lain, terminal dolphin, monopile, jetty, quay wall, dll. Untuk dermaga tipe dolphin, tempat kapal bersandar berupa “dolphin” yang berbentuk tiang pancang. Fender tipe super cell biasanya dipilih untuk tipe dermaga dolphin. Lain dengan jetty terminal yang berupa dermaga apung yang umumnya digunakan untuk kapal penumpang. Dermaga dengan sistem jetty ini tidak membutuhkan konstruksi yang kuat karena fisiknya yang terapung. Dermaga quay wall adalah dermaga yang strukturnya terbuat dari tembok beton yang sejajar dengan pantai. Dermaga ini tidak bisa disandari oleh kapal besar karena lokasinya yang dekat sekali dengan bibir pantai, sehingga dapat terbilang kedalamannya dangkal.

3. Keadaan lingkungan laut

Keadaan lingkungan laut seperti pasang surut air laut, kekuatan angin yang juga berdampak pada besar kecilnya ombak menjadi faktor penentu berikutnya dalam pemilihan sistem fender. Jika pasang surut air laut yang tinggi terjadi pada satu pelabuhan, maka fender yang panjang menjadi pilihan yang tepat. Hal ini dimaksudkan agar pada saat air surut, kapal terkecil yang akan merapat ke dermaga masih bisa bersandar. Oleh karena itu, posisi pemasangan vertikal dipilih. Sama halnya dengan keadaan laut yang berombak yang disebabkan oleh angin kencang, air laut akan bergerak naik dan turun. Hal ini membuat kapal bergoncang dan membentur dinding dermaga. Jika struktur kapal tidak dilengkapi dengan pisang-pisangan, fender tipe super cell dan supercone yang dilengkapi dengan frontal frame yang panjang dapat digunakan. Tetapi apabila kapal yang banyak merapat adalah kapal yang dilengkapi dengan pisang-pisangan, fender tipe V yang berukuran panjang dapat digunakan dengan posisi vertikal.

Baca Juga  Spesialis Pembuatan Rubber Fender Type V Berkualitas di Indonesia

4. Keberadaan bimbingan saat kapal merapat

Keberadaan bimbingan dengan menggunakan tugboat saat kapal merapat merupakan salah satu faktor yang krusial dalam menetukan jenis fender yang akan digunakan. Hal ini dikarenakan kecepatan kapal dan sudut sisi kapal bisa diatur saat mendekati dermaga.

Pada intinya karet dapat datang dari alam yakni dari getah pohon karet (atau diketahui dengan arti latex), atau produksi manusia (sintetis). Waktu pohon karet dilukai, karena itu getah yang dibuat akan tambah lebih banyak. Sumber penting getah karet ialah pohon karet Beberapa Hevea Brasiliensis (Euphorbiaceae). Sekarang Asia jadi sumber karet alami. Pada awalnya karet cuma hidup di Amerika Selatan, tetapi saat ini telah sukses ditingkatkan di Asia Tenggara.

Kedatangan karet di Asia Tenggara karena layanan dari Henry Wickham. sekarang, beberapa negara Asia membuahkan 93% produksi karet alam, yang paling besar ialah Thailand, diikuti oleh Indonesia, serta Malaysia.

Karet sudah dipakai lama untuk beberapa jenis kepentingan diantaranya bola karet, penghapus pensil, pakaian tahan air, dan lain-lain.

Waktu Christopher Columbus serta rombongannya temukan benua Amerika pada tahun 1476,mereka tercengang lihat bola yang dimainkan beberapa orang Indian yang bisa melantun jika dijatuhkan ke tanah. Disini riwayat karet diawali, tapi baru pada tahun 1530 ada laporan tercatat tentang gummi optimum, panggilan Pietro Martire d’Anghiera untuk karet. Pada tahn 1535, Pakar riwayat tentang bangsa Indian.

Captain Gonzale Fernandez de Oveida menulis jika ia lihat 2 team orang Indian yang bermain bola. Bola itu dibuat dari kombinasi akar, kayu, serta rumput, yang digabung dengan satu bahan (latex) selanjutnya dipanaskan di atas unggun serta dibulatkan seperti bola. Bola oran Indian ini dapat membumbung tambah tinggi dibanding bola yang biasa dibikin beberapa orang Eropa saat itu. Oviedo menjelaskan jika jika bola bikinan Indian itu dijatuhkan, bola itu dapat membumbung tambah tinggi dan jatuh, lalu membumbung meskipun cukup rendah dibanding lambungan yang pertama, dst.

Pada tahun 1615 seorang penulis, F.J. Torquemada memberikan laporan jika orang Indian Mexico membuat sepatu tahan air berbahan latex atau karet. Tentara Spanyol disampaikan memoleskan latex ke mantel mereka, waktu hujan jadi tahan air, tapi pada musim panas jadi lengket.

Meskipun banyak narasi menarik mengenai bahan itu, penyidikan oleh beberapa ilmuwan baru diawali tahun 1731. Waktu itu French Academy kirim C.M. de la Condamine ke Amerika Selatan. Fresnau seorang pakar Perancis memberikan laporan jika banyak tanaman yang bisa membuahkan latex atau karet, salah satunya dari tipe Hevea brasiliensis yang tumbuh di rimba Amazon di Brazil yang saat ini jadi tanaman penghasil karet penting serta telah dibudidayakan di Asia Tenggara sebagai penghasil karet penting di dunia sekarang.

Pada tahun 1770, seorang pakar kimia bangsa Inggris, Joseph Priestly, memberikan laporan jika karet bisa menhapus tulisan pensil. Pada tahun 1775 karet mulai dipakai jadi bahan penghapus tulisan pensil serta jadilah karet itu di Inggris dinamai rubber (dari to rub). Sebelum itu, remah roti biasa dipakai orang untuk meniadakan tulisan pensil.

Baca Juga  Rubber Loading Dock Bumper Type D / Karet Fender Type D

Beberapa barang karet yang dibuat saat itu tetap jadi kaku pada musim dingin serta lengket pada musim panas. Banyak eksperimen yang sudah dikerjakan untuk memperoleh karakter karet yang tidak dipengaruhi oleh cuaca. Eksperimen sebelumnya dikerjakan oleh E.C.F. Leuchs pada tahun 1831.

Satu tahun setelah itu, N. Hayward memperoleh jika belerang yang ditambah lagi ke larutan karet atau biji belerang dioles-oleskan pada karet,akan mengakibatkan karet bertambah cepat jadi kering.

Thomas Hancock menulis dalam bukunya yang keluar pada tahun 1985 jika pada tahun 1842, Brockedon menunjukkan padanya sepotong contoh karet datang dari Amerika yang tidak dipengaruhi oleh cuaca atau oleh minyak.

Thomas Hancock lihat jika potongan itu sedikit kekuningan di bagian dalamnya serta bau belerang. Dalam eksperimen setelah itu, Hancock pada akhirnya sukses temukan jika jika karet digabung dengan belerang serta dipanaskan maka beralih sifatnya jadi elastis serta tidak dipengaruhi oleh perkembangan cuaca.

Proses perkembangan ini lalu dipatenkan pada tahun 1843 serta sesuai dengan saran temannya, Mr. Brockedon, proses ini dinamakan vulkanisasi, yang selanjutnya nama ini diterima di Inggris, Amerika, serta dunia biasanya sampai saat ini.

Sebelum itu pada tahun 1838, Charles Goodyear di Amerika telah terjebak dalam riset kompon karet dengan memakai belerang serta panas untuk memperoleh kompon karet yang tidak dipengaruhi oleh cuaca,yang dibuktikan dengan beberapa surat yang diterimanya dari sebagian orang yang lihat atau mendapatkan contoh karet hasil percobaannya pada tahun 1839.

Baru pada tahun 1844 ia memperoleh paten untuk penemuannya. Dari tulisan-tulisan yang mengulas penemuan vulkanisasi ini, serta berdasar tulisan Hancock sendiri yang mengatakan jika Brokedon meperlihatkan contoh karet yang datang dari Amerika yang tidak dipengaruhi oleh cuaca.

Karena itu umumnya penulis setuju jika penemu pertama proses vulkanisai sebaiknya diserahkan kepada Charles Goodyear. Penemuan besar proses vulkanisasi ini pada akhirnya bisa dikatakan sebagai awal dari perubahan industri karet.

Pada saat pendudukan Jepang di Asia Tenggara dalam perang dunia ke-2, persediaan karet alam di negara sekutu jadi gawat serta direncanakan akan habis dalam beberapa waktu. Pemerintah Amerika menggerakkan riset serta produksi untuk membuahkan karet sintetik untuk penuhi keperluan yang menekan. Usaha besar ini membawa hasil dalam sekejap serta terus berkembang.

Setelah berakhirnya perang dunia ke-2, 1/3 karet yang dikonsumsi dunia ialah karet sintetik. Karet sintetik cukup menguasai industri karet, tapi penggunaan karet alam juga masih penting sekarang diantaranya industri militer serta otomotif.

Pada tahun 1983, hampir 4 juta ton karet alam dikonsumsi oleh dunia, tapi karet sintetik yang dipakai telah melewati 8 juta ton (Sumber Wikipedia).

Semoga dengan adanya keterangan dalam artikel ini bisa menjadi acuan anda dalam pemesanan rubber fender Indonesia ini kepada kami

Kontak Marketing

  • Nama : Hendra Aditia Putra
  • No Hp/Wa : 082277800067
  • eMail: spesialisrubber@gmail.com

Terima kasih atas kunjungan Anda ke website kami, saya tunggu kabar baik dari Anda secepatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *